Tentang Kami

Sepetak ruang jahit
dan sebuah keyakinan

Warisan Busana bermula dari meja jahit tua milik keluarga di Kotagede. Yang tersisa dari masa itu bukan sekadar mesin, melainkan cara memandang kain: sebagai warisan yang harus dirawat, bukan komoditas yang dikejar cepat.

Halaman atelier Warisan Busana di sore hari di Yogyakarta

Pendiri

Retno Wulandari

Potret Retno Wulandari, pendiri Warisan Busana, di studionya

Retno Wulandari

Pendiri & Perancang Utama

Retno menghabiskan masa kecilnya di dekat pembatik-pembatik Imogiri, menyaksikan bagaimana kesabaran menorehkan malam menjadi motif yang tak pernah sama persis. Ia sempat meniti karier di industri busana ready-to-wear, namun merasa ada yang hilang: kedekatan antara pembuat dan pemakai. Warisan Busana adalah jawabannya — sebuah atelier tempat setiap busana kembali punya nama dan cerita pemiliknya.


Sebuah Kesan

Yang tinggal setelah
busana selesai

Suasana atelier tempat kebaya pelanggan diselesaikan
“Saya datang hanya untuk memperbaiki kebaya lama ibu. Saya pulang dengan busana yang seolah menyimpan kembali suaranya. Tempat ini memahami bahwa kain bisa menampung kenangan.”
Larasati Dewi
Pelanggan, Yogyakarta

Berkunjung

Mampir ke atelier kami
di Jalan Pajeksan

Kami senang menerima tamu yang ingin melihat langsung proses membatik dan menjahit. Buat janji terlebih dahulu agar kami bisa menyambut Anda dengan tenang.